noviani
Noviani Gendaga | Santriwati angkatan ke-2, jenjang SMA, kelas 3 | Asal Samarinda, Kalimantan Timur
Meledak
Aku seperti mendengar risau angin Di kala duka seolah pasang surut Aku seperti seekor semut hitam Pontang-panting mencari tempat sembunyi Di kala…
Kota-Kota Hitam Putih
Kota-kota hitam putih Kabut asap tebal menyelimuti Lampion kedap-kedip Nyaris tak ada satu nyawa pun Kota-kota hitam putih Beton raksasa angkuh…
Secangkir Senja Untuk Sore #7 (ending)
Arial terbangun. Tubuhnya dingin, seolah ia baru keluar dari kulkas. Ia masih gemetaran. Buru-buru ia mencari handphone-nya, lalu mengubrak-abrik kontaknya. Jempolnya memijit…
Secangkir Senja Untuk Sore #6
Mata biru itu sudah kehilangan beberapa persen cahayanya. Namun wajahnya tak lagi muram seperti minggu-minggu biasanya. Kali ini, senyumnya malah seolah tidak…
Secangkir Senja Untuk Sore #5
Tiga bulan berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak-jejak telapak kaki di padang pasir, Kairo. Terik membakar siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kairo…
Caramell di Sepertiga Malam
Suatu hari seorang ibu paruh baya bertanya pada putri semata wayangnya, Caramell. “Nak, Ibu boleh tahu ingin jadi apa kamu ketika sudah…
Waktu dan Awan
Akan ada suatu hari Dimana waktu terasa begitu singkat Hingga ia meninggalkan Kupu-kupu yang bersemilir Berterbangan dalam dimensi waktu Akan ada suatu…
Kisah Tentang Hujan
Kita tak dapat menghitung jutaan tetesnya. Namun kita bisa mengindera keberadannya. Entah melewati suara airnya yang meghantam bumi, atau aroma tanah yang…
Aku Pernah Bertanya
Aku pernah bertanya pada angin Mengapa cinta, kadang terlalu samar Terlalu sukar terasa Terlalu sakit untuk dibuka kembali Aku pernah bertanya pada…
Metode dan Perkembangan Ilmu Tafsir
Seuntai Kata Assalamu’alaikum wr.wb. Ketika saya mendapatkan tugas membuat makalah dengan tema “Metode dan Perkembangan Ilmu Tafsir”, saya merasa senang sekaligus terberatkan.…
Kala Hati
Kala hati menyusuri aral yang melintang Kadang ia bertanya, Adakah yang akan membantuku Meniti jalan yang penuh bebatuan? Jalan yang masih abu-abu…
Ya Lyublyu Tebya
Rihana menepi. Sebuah sepeda motor besar memaksanya untuk berhenti. Gadis tomboy itu belum lagi tahu, wajah siapa yang berada di balik gelapnya…