Puisi
Manusia: Batu Bercelah
Ada sosok hebat di mata Terlihat seperti batu bercelah awalnya Keras tapi berlubang Keras dengan pemikiran—sudah kata mati apa yang diputuskannya Lubang…
Istirahat
Sayup, suara lagu terdengar Sayap jangkrik bergetar Mesin kipas berputar Jarum jam… melerai Hampir 1/4 malam waktunya Mata dan telinga masih terbuka…
Derai
Langit menjingga, adzan menyapa Langkah kaki tergesa Bergegas kami balas menyapa Sang Pemilik Singgasana Pintu terbuka Satu persatu kami keluar asrama Bawa…
Sampaikah kepadamu?
Dalam kuasa malam aku mengadu Lelah hati ini terus menipu diri Mencoba yang terbaik namun dihilangkan begitu saja Tak pernah bisa kutangkap…
Kemanakah kita?
Beberapa pasang mata mungil itu Berkilat pebuh harapan tanpa suara Bukan, bukan karena mereka bisu Suara mereka sudah tenggelam dalam penderitaan …
seiring waktu
Jejak santri Karya : Imam fadly Kelas : 12 – Dahulu kala kita tak saling kenal – kenal hanya muka –…
Untukmu
Berharap? Tentu saja kita boleh berharap, walaupun terkadang -atau mungkin sering- apa yang kita harapkan kepada seseorangitu tidak berjalan atau sesuai dengan…
Pasar Pertamaku
Pasar Pertamaku Aku ingin bercerita Tak bisa kuungkap lewat kata, pun berbaris panjang yang berderet rata Karena itu kubuat ini Puisi sederhana,…
Puisi “Kerusakan Alam”
Kerusakan Alam Kau yang kini tertawa Bermandikan harta Berkawankan kemewahan Dari mana kau dapatkan semuanya? Dari pohon yang kau tebang Dari hewan…
Kabut Diriku
PUISI; Kabut Diriku Inilah diriku Yang kehilangan arah Tak tahu arah tujuan Tertutupi kabut tebal Hilang rasa malu dan takut…
Si Bodoh: Yang Pura-Pura Berkelana
Si Bodoh: Yang Pura-Pura Berkelana Aku duduk, terdiam menatap gelap Malam ini seperti biasanya, berteman jangkrik Mengulik kisah klasik Sama seperti biasanya,…